Beras Impor Dibongkar, Didistribusikan Jika Harga Bergejolak

6 tahun yang lalu
Bagikan:
Beras Impor Dibongkar, Didistribusikan Jika Harga Bergejolak

Medanbisnisdaily.com-Medan. Beras impor untuk tahap pertama sebanyak 10.000 ton asal Thailand untuk Sumut , mulai dibongkar dari Kapal Genius Star VII yang tiba tiba di Pelabuhan Belawan Medan dari Thailand pada Sabtu (24/02/2018) pukul 06.00 WIB.. Kapal baru bisa bersandar sempurna pada pukul 08.00 WiIB.

Selepas itu, dilakukan pembongkaran setelah dinyatakan aman dan layak konsumsi oleh Balai Karantina dan Bea Cukai yang sebelumnya melakukan pemeriksaan.

Pembongkaran disaksikan Kepala Bulog Divre Sumut, Benhur Ngkaimi, Kepala Disperindag Sumut, Alwin Sitorus diwakili Kabid Perdagangan Dalam Negeri Misbah, Tim Satgas Pangan, Balai Karantina dan Bea Cukai.

Truk bermuatan berat sudah disiapkan mengangkut beras itu. Pembongkaran beras yang sudah dalam kemasan karung Bulog kapasitas 50 kg itu, dijadwalkan selesai paling lama enam hari sejak beras tiba.

Kita bersyukur bahwa beras impor ini layak konsumsi. Beras ini berasal dari Thailand dengan tingkat kepecahan 5% atau tidak ada masalah, kata Kepala Bulog Divre Sumut Benhur Ngkaimi.

Namun Benhur mengatakan, beras itu tidak langsung didistribusikan ke pasar. O tidak, tidak langsung didistribusikan, akan tetapi beras ini kita simpan dulu di gudang Bulog yang berada di Mabar dan Jalan Jemadi Medan, kata Benhur didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut Misbah.

Lalu kapan didistribusikan?,Menurut Benhur adalah untuk meredam apabila terjadi kenaikan harga dan menipisnya persediaan beras. Jadi beras impor ini sifatnya memperkuat persediaan beras di Sumut, katanya.

Ditanya bagaimana mekanisme pendistribusiannya nantinya di pasaran, menurut Benhur tetap sesuai ketentuan, yaitu dijual lewat program operasi pasar dan sesuai harga eceran tertinggi.

Dalam pendistribusiannya nanti juga melibatkan pengawasan dari Satgas Pangan Sumut untuk memastikan beras impor sesuai peruntukannya dan untuk tidak dijual melebihi harga yang diatur sesuai HET, sebutnya

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut Misbah mengatakan saat ini harga beras di Sumut stabil. Demikian juga bahwa persediaan beras dalam kondisi aman.

Stok beras yang ada di Bulog pun saat ini cukup dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi suplai beras dari petani terus bertambah menyusul sedang panen padi di Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, kawasan Tapanuli dan Madina, kata Misbah.

Untuk itu kata Misbah, masyarakat jangan mengkhawatirkan persediaan beras di Sumu. Masyarakat juga dihimbau tidak panik jika misalnya ada oknum-oknum yang mengatakan harga beras naik karena persediaan menipis.

Akan tetapi masyarakat harus cerdas, jangan panik karena menjadi kesempatan para spekulan untuk mempermainkan harga beras, sering kali bahwa spekulan sengaja melempar isu, tujuannya untuk merusak harga pasar, sebutnya.

Sumber : www.medanbisnisdaily.com