Harga Bahan Kebutuhan Pokok Berangsur Turun

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di empat pasar tradisional yang ada di Kota Tebing Tinggii turun pasca penurunan harga harga bahan bakar minyak (BBM). Komoditas yang berangsur turun antara lain beras, minyak goreng dan sejumlah komoditas sayuran. Harga sayuran yang turun antara lain cabai merah menjadi Rp22.000 dari sebelumnya Rp60.000 per kg, cabai hijau dari Rp40.000 menjadi Rp20.000 per kg, bawang merah turun dari Rp40.000 menjadi Rp20.000 per kg, bawang putih Rp43.000 menjadi Rp23.000 per kg, tomat Rp8.000 turun menjadi Rp4.000 per kg, wortel Rp13.000 turun menjadi Rp8.000 per kg, sawi Rp6.000 per kg turun menjadi Rp4.000 per kg, kol Rp6.300 turun menjadi Rp3.000 per kg, cabai rawit Rp46.000 turun menjadi Rp35.000 per kg. Sejumlah sayuran lainnya turun berkisar Rp1.000-Rp2.000 per kg.
Begitu juga harga beras jenis IR sebelumnya Rp9.500 menjadi Rp8.900 per kg, minyak goreng sebelumnya Rp12.500 per kg menjadi Rp11.000 per kg, gula putih sebelumnya Rp11.000 menjadi Rp10.500 per kg, telur ayam boiler sebelumnya Rp1.200 per butir menjadi Rp1.000, daging ayam boiler sebelumnya Rp24.000 per kg turun menjadi Rp22.000 per kg, tepung terigu sebelumnya Rp8.700 turun menjadi Rp8.000 per kg.
Rosmaita Br Manurung (52), pedagang di Pasar Gambir, Kota Tebingtinggi, Senin (26/1), mengatakan, turunnya harga sejumlah kebutuhan pokok karena para pemasok (agen) banyak memasok hasil-hasil pertanian, khususnya sayuran dari Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Karo. Pasokan tersebut ditambah lagi sejumlah petani sayuran di wilayah Kabupaten Sergai seperti Paya Lombang dan sekitarnya sudah panen raya.
Sudah normal kembali harganya, ini karena harga bahan bakar yang turun, makanya kebutuhan pokok juga turun. Kalau harga normal terus, kami sebagai pedagang senang, dimana banyak masyarakat yang berbelanja ke pasar-pasar tradisional, tuturnya.
Pantauan di empat pasar tradisional di Tebingtinggi seperti Pasar Inpres, Pasar Hongkong, Pasar Gambir dan Pasar Tradisional Sakti, harga kebutuhan pokok sudah kembali normal. Masyarakat mengharapkan harga-harga terus bisa normal sehingga kebutuhan pokok bisa terpenuhi.
Sementara itu, Masnah (54) yang sehari-hari berdagang makanan di sekolah mengakui sejumlah harga-harga di pasar sudah turun. Kalau bisa harganya terus begini, jadi pada pedagang makanan dan masyarakat tidak mengeluh. Pendapatan hasil jualan bisa meningkat dan untung bertambah.
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com