Harga Beras Mulai Turun

9 tahun yang lalu
Bagikan:
Harga Beras Mulai Turun

Memasuki musim panen raya, harga beras di tingkat konsumen mulai turun setelah mencatat kenaikan tinggi dua bulan terakhir. Penurunan harga bahkan mencapai Rp 2.500/kg dari harga 10.500-Rp13.000 per kilogram.
Pantauan di Pasar Jati Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (8/3), harga beras terlihat mulai turun. Harga beras paling murah adalah Rp 8.000/liter untuk jenis Simalaya asal Karawang dan Subang, di mana sebelumnya sempat mencapai Rp 9.000/liter.

Beras panen sudah mulai masuk. Paling murah Rp 8.000 jenis Simalaya dari Karawang dan Subang, jenisnya pulen, kata seorang pedagang beras bernama Adi.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menunjukkan panen padi sudah mulai Februari lalu dengan areal panen setidaknya 1,24 juta hektare dan produksi gabah kering giling 6,32 juta ton, yang setara dengan 3,79 juta ton beras. Tetapi panen raya padi mulai berlangsung Maret dengan luas areal panen sampai 2,4 juta hektare.

Adi mengungkapkan, naiknya harga beras beberapa waktu lalu disebabkan tingginya curah hujan yang menyebabkan gagal panen. Kemarin-kemarin naik karena cuaca, musim hujan jadi gagal panen. Sekarang sudah mulai turun, ucap Adi.

Adi menyebutkan, selain jenis Simalaya dengan harga termurah, ada juga beras Pandan Wangi dari Cinajur yang harganya paling mahal Rp 12.500/liter. Ini juga turun Rp 2.500/liter dari sebelumnya Rp 15.000/liter. Paling mahal Rp 12.500 jenis Pandan Wangi, pulen, dari Cianjur. Pas lagi naik harganya Rp 15.000, kata Adi.

Dia merinci, berbagai harga beras pun mulai berangsur turun berkisar Rp 500-Rp 1.000/liter kecuali Pandan Wangi. Mulai dari Rp 8.500/liter kualitas sedang, Rp 9.000/liter pulen, Rp 9.500/liter jenis pera IR42 dari Pamanukan, Rp 9.500/liter jenis pulen BMD dari Cianjur, cap Kurma dari Solo Rp 10.000/liter, jenis Segon dari Bandung Rp 10.500/liter, dan jenis Setra Ramos dari Bandung Rp 11.000/liter.Mulai panen, jadi harga turun, ujar Adi.

Hal serupa juga diakui pedagang beras bernama Tomo. Harga beras paling murah dibanderol Rp 8.000/liter jenis IR64 dan paling mahal Rp 13.000/liter jenis Pandan Wangi asal Cianjur.

Paling murah Rp 8.000/liter, paling mahal Pandan Wangi Rp 13.000/liter, sebelumnya Rp 16.000/kg. Kemarin sempat nggak berani jualan, tuturnya.

Tomo menambahkan selain musim panen, operasi pasar yang dilakukan Perum Bulog ikut membuat harga beras turun. Dia mengungkapkan, beras yang dijual murah oleh pedagang adalah beras Bulog yang dioplos dengan beras lainnya.

Tanpa dioplos, beras Bulog ini tak laku di pasaran meskipun dibanderol di harga Rp 7.000/liter.Paling murah Rp 8.000/liter. Itu beras Bulog, dicampur sama beras baru. Kalau beras Bulog doang itu pera (tidak pulen). Dijual Rp 7.000 juga nggak ada yang mau, ungkapnya.

Selain pera, lanjut Tomo, beras Bulog juga kadang berkutu. Hal ini karena pihak Bulog yang terlalu lama menimbun beras. Padahal, beras Bulog ini jenis IR46 yang punya kualitas bagus.

Beras Bulog itu jenis IR64, sebetulnya beras bagus. Tapi karena lama ditimbun, 9 bulan baru keluar, jadi nggak bagus, katanya.

Harusnya, kata Tomo, menimbun beras paling lama 1 bulan. Lebih dari itu, kualitas beras akan berubah.Beras baru tahan 1 bulan, itu paling lama. Kalau kelamaan ya jadinya jelek, tuturnya.

Oleh karena itu, tambah Tomo, pedagang pun mengoplos beras Bulog dengan beras lain. Memang, menurut Tomo, harga beras Bulog lebih murah. Beras Bulog Rp 375.000/50 kg, lebih murah. Rata-rata harga beras 50 kg itu Rp 450.000, ucapnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui musim panen akan membuat produksi gabah melimpah.Melimpahnya produksi gabah ini akan menurunkan harga beras seiring penambahan pasokan beras ke pasar, katanya seraya menyebutkan konsumsi beras nasional sampai tiga juta ton per bulan.

Terkait operasi pasar beras dan penyaluran beras bersubsidi untuk masyarakat miskin oleh Perum Bulog, Amran menjelaskan bahwa menurut laporan yang dia peroleh harga beras berangsur turun antara Rp700-Rp1.400 per kilogram sehingga saat ini harga beras medium sekitar Rp10.000 per kilogram.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com

Harga Beras Mulai Turun

8 tahun yang lalu
Bagikan:
Harga Beras Mulai Turun

Harga beras di Kota Semarang mulai menurun seiring dengan masuknya musim panen di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Penurunan sudah sekitar tiga bulan lalu, waktu panen raya akhir Desember, kata Ida Aryani, agen penjual beras di Pasar Rasamala, Banyumanik, Semarang, Rabu (13/4).

Menurut dia, rata-rata penurunan harga untuk beras premium sebesar Rp1.100 per kg. Salah satunya terlihat dari harga beras mentik wangi dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 10.900 per kg. Beras dengan kualitas biasa, jenis C4 turun sekitar Rp 500 dari harga awal Rp 7.500 per kilogram menjadi Rp 7.000 per kilogram, jenis lain rata-rata juga turun Rp 500 per kilogram, katanya.

Hal serupa juga diakui pedagang lain, Nariyah. Menurut dia, harga beras turun mulai dari Rp 500-Rp 700 per kg. Ia mengakui penurunan tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan pembelian oleh para konsumen.

Beras kan kebutuhan pokok paling pembeli tetap, tapi yang biasanya konsumen yang hanya membeli lima kilogram, tetapi pas turun bisa membeli tujuh kilogram, katanya.

Sebelumnya, Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Tengah Usep Karyana, mengatakan, saat ini sudah mulai memasuki musim panen beras untuk beberapa daerah. Dia berharap, dengan memasukinya panen raya tersebut dapat menekan harga beras di pasar.
Sebelumnya harga beras sempat naik, khususnya saat belum ada panen. Meski demikian, kenaikan harga yang terjadi di Jawa Tengah tidak setinggi yang terjadi di beberapa daerah lain. Mudah-mudahan dengan banyaknya persediaan beras, harga di pasaran bisa lebih rendah, katanya.

 

Sumber : http://ekbis.sindonews.com