Harga Premium dan Solar Turun

Pemerintah segera mengumumkan harga dasar bahan bakar minyak (BBM), pada Jumat (16/1). Harga solar subsidi dan premium akan turun seiring turunnya harga minyak dunia yang semakin mendekati US$40 per barel. Saya kasih bocoran sedikit, pemerintah akan merevisi harga dasar BBM dalam 1-2 hari ke depan, dan akan diumumkan pada Jumat nanti, ujar Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (14/1).
Seperti diketahui mulai 1 Januari 2015, harga premium memang bisa naik-turun sebab pemerintah telah mencabut subsidi untuk jenis BBM ini sehingga harganya mengikuti pergerakan pasar. Karena itu mengacu Peraturan Menteri No.39/2014, pemerintah per 1 Januari 2015 menurunkan harga premium dari Rp8.500 menjadi Rp7.600 per liter dan solar dari Rp7.500 menjadi Rp7.250 per liter. Harga ini direncanakan akan turun lagi pada Februari nanti.
Sudirman mengatakan lewat penetapan harga dasar BBM pada Jumat depan, maka harga premium dan solar di SPBU akan berubah. Tidak perlu menunggu turun harganya pada Februari nanti.Ini karena menyikapi terus turunnya harga minyak yang di luar perkiraan kita. Sehingga tidak fair kalau harus menunggu Februari, penurunanya sudah terlalu tajam, ungkapnya.
Sudirman mengemukakan pula bahwa pemerintah mengubah waktu evaluasi penetapan harga BBM dari sebelumnya satu bulan menjadi dua minggu sekali. Menurut dia, pihaknya akan merubah Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 yang masih mengatur penetapan harga BBM setiap satu bulan menjadi dua minggu sekali.
Sudirman menegaskan, dengan akan revisi tersebut maka harga BBM akan turun. Harga BBM pasti turun, tutupnya.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Andy Noorsaman Someng memperkirakan harga premium pasti turun berkisar Rp 6.000/liter, melihat penurunan harga minyak saat ini di bawah US$ 50 per barel.
Kalau lihat harga minyak sekarang ini di bawah US$ 46/barel, harga bensin RON 88 saat ini hanya Rp 6.000/liter, ujar Andy.
Andy mengatakan, harga premium tidak bisa diubah begitu saja. Meski sudah tidak disubsidi, harga Premium tetap ditentukan oleh pemerintah sebulan sekali.Perhitungannya kan harga rata-rata minyak tanggal 25-24 bulan sebelumnya. Harga BBM-nya nanti baru turun pada 1 Februari, ucapnya.
Bila harga minyak terus bertahan rendah, Andy menilai bisa saja pada 1 Februari nanti harga premium turun ke Rp 6.000/liter. Saat ini, harga premium adalah Rp 7.600/liter.Kalau harga minyaknya rata-rata US$ 45/barel, bahkan di bawah itu, harga Premium Februari bisa Rp 6.000/liter.
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com