Harga Sejumlah Komoditas Pertanian di Dairi Turun

10 tahun yang lalu
Bagikan:
Harga Sejumlah Komoditas Pertanian di Dairi Turun

Harga sejumlah komoditas pertanian di pasar Kabupaten Dairi, turun. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain kopi arabika (ateng), cabai merah, tomat serta biji jagung. Penurunan harga membuat para petani mengeluh. Pasalnya, kebanyakan petani telah mengandalkan ekonomi mereka pada komoditas tersebut selain hasil pertanian lainnya.

Salah seorang agen pengumpul Belidektus Sitanggang, warga Desa Kabanjulu, Kecamatan Lae Parira dikonfirmasi MedanBisnis, Kamis (10/4) mengatakan, harga sebagian komoditas pertanian di kecamatan itu lagi turun. Dijelaskan, untuk kopi arabika misalnya, harga ditingkat petani saat ini hanya Rp 20.000/kg (turun Rp 8.000/kg), dibanding seminggu sebelumnya sudah sempat Rp 28.000/kg.

Begitu juga biji jagung, harga ditingkat petani hanya Rp 2.800/kg, padahal sebelumnya Rp 3.000/kg.

Namun, harga komoditas yang paling anjlok adalah pada cabai merah yakni ditingkat petani hanya Rp 6.000/kg, sedangkan sebelumnya sudah sempat menembus angka di atas Rp 20.000/kg.

Anjloknya harga cabai merah sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Berbeda dengan cabai rawit yang terus meroket yakni saat ini harga ditingkat petani mencapai Rp 30.000/kg. Komoditas lainya seperti tomat masih tetap anjlok yakni hanya Rp 1.000/kg ditingkat petani.

Agen pengumpul itu mengatakan kurang mengetahui penyebab anjloknya harga komoditas itu.
Sebab sulit diprediksi mau nanti tiba-tiba naik lagi, seperti terjadi pada kopi arabika maupun biji jagung, katanya.

Sejumlah petani di Kecamatan Sidikalang, dikonfirmasi kemarin membenarkan jika harga sebagian komoditas pertanian di daerah itu lagi turun.

Salah seorang petani kopi, Marudut Sinaga (45), warga Desa Bintang, Kecamatan Sidikalang kepada wartawan kemarin mengatakan, anjloknya harga komoditas pertanian sekarang cukup melemahkan ekonomi petani. Sebab, komoditas yang anjlok tersebut merupakan andalan perekonomian petani.

Kini sebagian besar petani sedang memasuki panen besar, namun langsung dihadapkan dengan harga murah sehingga keuntungan yang didapat petani menjadi berkurang. Kami berharap harga bisa naik kembali, kata Marudut Sinaga. (rudy sitanggang)

Sumber : http://medanbisnisdaily.com