Harga Telur Turun Rp 1.000 Per Kilogram

Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar belum berpengaruh pada harga-harga kebutuhan bahan pokok di Kota Bandung. Meski harga sejumlah bahan pokok sudah turun, namun harga beras masih bertahan. Ida Farida, pedagan grosir dan eceran telur dan beras di Ujung Berung mengaku harga beras belum mengalami penurunan.
Harga beras pandan wangi masih dijual Rp 10.900 per kilogram, Cianjur Rp 10.700 per kilogram, dan Sumedang Rp 9.500 per kilogram. Harga beras belum berubah, tapi harga telur sudah turun tiga hari ini. Dari Rp 22.500 per kilo, jadi Rp 21.500 per kilo, katanya , Jumat (23/1). Masih belum turunnya harga beras terlihat saat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan Arif melakukan pantauan harga di Pasar Kosambi, Kamis (22/1) kemarin.
Dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (23/1), disebutkan harga beras ditingkat eceran berada dikisaran Rp 8.000-Rp 11.000 per kilogram. Beras masih tinggi, karena beras ini tidak elastis?, sebab semua orang butuh beras. Beda dengan komoditas lain, bahwa cabe turun tapi kan tidak menentukan kehidupan, karena tidak ada kelaparan kalau cabe mahal, kata Aher.
Berdasarkan pantauan harga tersebut, berikut sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Kosambi?; Cabai Merah Rp 30.000/kg, cabai keriting Rp 40.000/kg, cabai tanjung Rp 60.000/kg, telur Rp 23.000-25.000/kg, bawang merah Rp 18.000/kg, bawang putih Rp 22.000/kg, daging sapi Rp 100.000- Rp 120.000/kg, daging kambing Rp 120.000/kg, daging ayam Rp 32.000/kg, dan ikan mas Rp 28.000-Rp 30.000/kg.
Sumber : http://ews.kemendag.go.id