Pemerintah Klaim Harga Sembako Sudah Turun

10 tahun yang lalu
Bagikan:
Pemerintah Klaim Harga Sembako Sudah Turun

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustin mengklaim mayoritas harga bahan kebutuhan pokok (sembako) dalam negeri mengalami penurunan harga paska penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) kemarin. “Dibanding 2 Januari lalu (penurunan harga BBM yang pertama) harga sembako sejak penurunan kedua kemarin semuanya turun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa malam, 20 Januari 205.

Intervensi pemerintah menekan penurunan tarif angkutan umum sebesar 5 persen memberikan dampak signfikan terhadap perubahan harga sembako. Hanya komoditas beras dan daging sapi yang masih bertahan dengan harga lama sama dengan 2 Januari lalu, sedangkan yang lainnya sudah duluan turun.

Berdasarkan pantauan rutin yang dilakukan lembaganya 2 Januari lalu hanya empat komoditas ini yang mengalami kenaikan harga yakni beras naik 2,7 persen, bawang putih 2,5 persen, bawang merah 10 persen serta daging ayam 7 persen. Sedangkan sisanya turun, seperti tepung terigu turun 0,4 persen, kedelai 0,9 persen, cabe merak keriting rata-rata turun 3,9-5 persen.

Sementara hasil pantauan hari ini paksa penerapan harga baru premium, solar dan pertamax yang efektif kemarin, tercatat hanya dua komoditas ini yang bertahan sama dengan 2 Januari lalu yakni beras Rp Rp 9.700 per kilogram dan daging sapi Rp 99.500 per kilo gram, sedangkan sebagian besar komoditas mengalami penurunan harga seperti cabai-cabean turun 3-8 persen, minyak goreng 0,3 persen, tepung terigu 0,11 persen, daging ayam 0,97 persem, telur ayam 0,5 persen.

Srie menambahkan, belum optimalnya penurunan harga tarif transportasi di semua wilayah Indonesia menyebabkan beban distribusi dan logistik tetap tinggi, akibatnya beberapa komoditas sembako di luar pulau Jawa masih menunjukan kenaikan meskipun kecil. “Rata-rata (kenaikannya) masih dibawah 1 persen, namun secara nasional bisa dikatakan harga sudah terkendali,” paparnya.

Selain faktor distribusi, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan harga masih beranjak naik pertama, faktor suplai-demand dalam negeri, kedua faktor eksternal yang disebabkan menguatnya nilai tukar dolar, serta aksi spekulan penimbunan harga yang dilakukan pengusaha. “Makanya kita sejak ada penurunan terus melakukan operasi pasar baik reguler maupun khusus.

Sumber : http://www.tempo.co