Pemko Siantar Gerakan Tanam Serentak Padi Sawah

Mendukung swasembada pangan yang ditargetkan pemerintah, di Kota Siantar dicanangkan Gerakan Tanam Serentak (Getar) padi sawah. Pencanangan Getar ini dimulai, Rabu (21/1). Pencanangan Getar di Siantar ditandai dengan pemukulan gong oleh Walikota Siantar, Hulman Sitorus. Menurut Hulman, Pemko Siantar sangat mendukung pemerintah pusat yang menargetkan dalam kurun tiga tahun ke depan Indonesia akan swasembada pangan.
Hulman menyatakan jika petani di Siantar bersedia menggunakan teknologi yang selalu diarahkan pemrintah maka swasembada pangan tersebut akan terealisasi.
Hulman menambahkan, negara modern sekalipun akan terancam jika meninggalkan sektor pertanian. Untuk itu masyarakat diingatkannya agar konsisten mengusahakan lahan pertaniannya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Pemko Siantar, Robert Pangaribuan menjelaskan gerakan tanam serentak ditujukan untuk menghambat populasi hama penyakit yang menyerang padi sawah. Dengan demikian produktivitas hasil panen padi dapat meningkat.
Robert mengatakan selain mencanangkan tanam serentak dalam rangka swasembada pangan di Siantar juga akan dilaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi. Dikatakannya, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan sosial perbaikan irigasi seluas 200 hektare di Siantar serta memberikan bantuan optimalisasi lahan padi sawah dalam rangka peningkatan produksi padi seluas 200 hektare.
Hadir dalam pencanangan Gertak ini Dandim 0207 Simalungun, Letkol Inf Parluhutan Marpaung. Dalam sambutannya, Dandim menyatakan setidaknya ada 100 prajurit TNI yang diterjunkan guna mendukung swasembada pangan Siantar. Prajurit TNI telah dilatih menjadi operator hand tractor, kata Marpaung.
Marpaung mengatakan, salah satu tugas TNI adalah membantu pemerintah daerah, diminta atau tidak diminta. Di Siantar, katanya, dalam rangka mendukung swasembada angan, TNI akan terjun bersama petani dalam peningkatan produksi hasil pertanian padi sawah.
Marpaung menargetkan seluas 120 hektare pertanaman padi sawah di Kelurahan Mekar Nauli, Siantar, akan menjadi percontohan dengan tingkat kenaikan produksi hingga 30%.
Dandim mengharapkan masyarakat petani di Siantar semakin bersemangat dalam mengerjakan lahan persawahnnya berikut dengan adanya sokongan dari TNI. Saat ini ada ancaman krisis pangan sehingga sudah saatnya masyarakat meninggalkan kebiasaan buruk yakni bermalas-malasan dan dan meninggalkan lahan persawahannya.
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com