Tapteng Berpotensi Jadi Sentra Produksi Ikan Patin

Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ternyata sangat berpotensi untuk mengembangkan budidaya ikan patin. Karena ternyata, Tapteng memiliki banyak lokasi yang layak dijadikan tempat budidaya ikan yang kini memiliki potensi ekspor karena banyak diminati masyarakat di Jepang, China, Korea, Eropa dan Amerika Serikat.
Bukan hanya cocok untuk membudidayakan ikan patin, di Tapteng juga banyak terdapat jenis-jenis pakan seperti dedak dari sisa penggilingan gabah, jagung maupun tepung ikan.
Oleh karena itu, Pemkab Tapteng berencana akan menggandeng pihak swasta untuk mengembangkan budidaya ikan patin.
Karena Tapteng ke depannya dinilai memiliki prospek cerah untuk menjadi sentra penghasil ikan patin. Hal ini disampaikan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang SH MHum kepada MedanBisnis di Pandan, Senin (5/5).
Selama ini saya mencari, jenis ikan air tawar apa memiliki pangsa pasar luas dan bisa dikembangkan pembudidayaannya di Tapteng. Dan setelah saya meninjau lokasi budidaya ikan patin di Belawan beberapa waktu lalu, saya baru sadar, ternyata Tapteng amat berpotensi untuk mengembangkan budidaya ikan jenis ini.
Sebab ternyata, seluruh jenis pakannya, banyak dan mudah kita temui di Tapteng, seperti dedak, jagung serta tepung ikan, terangnya.
Dari hasil pengamatannya, lokasi budidaya ikan patin ini haruslah di air yang bergerak.
Namun dikarenakan di Belawan, para petani tidak memiliki lokasi dengan air yang bergerak ini, mereka terpaksa mengakalinya dengan membuat mesin pompa air, supaya air seperti terus bergerak dan mengalir.
Kalau budidaya ikan patin ini dilakukan di Tapteng, kita tidak perlu membuat pompa air atau semacamnya, karena kita banyak memiliki lokasi yang airnya dapat terus bergerak dan mengalir.
Tapteng banyak memiliki sungai berair jernih maupun berair keruh yang terus menerus bergerak atau mengalir tanpa terkendala musim. Ini tentunya menjadi modal utama untuk mengembangkan budidaya ikan patin di sini, tuturnya.
Untuk mengembangkan budidaya ikan Patin ini, sambung Bonaran, pihaknya akan berupaya menggandeng pihak swasta. Tidak mungkin semua potensi dikelola oleh Pemkab Tapteng, nanti mana lagi yang dikembangkan oleh swasta. Makanya untuk mengembangkan budidaya ikan patin yang saya yakin memiliki prospek cerah ini, kita akan menggandeng pihak swasta.
Kita akan membantu sebisanya, tentunya yang tidak melanggar aturan. Saya sudah menawarkan potensi ini kepada beberapa pengusaha swasta, dan mereka mengaku tertarik, tukasnya.
Bupati berharap, agar hasil produksi ikan patin Tapteng ini nantinya dapat di ekspor, pembudidayaannya hendaknya dilakukan dalam skala besar dan dikelola oleh sebuah perusahan yang khusus dibidang itu.
Pemkab Tapteng siap mencarikan lahan dan membantu memberikan kemudahan dalam proses administrasi perizinannya.
Kalau sudah dikelola oleh perusahaan khusus, tentunya budidaya ini berskala besar dan hasilnya bisa di ekspor, katanya. (putra hutagalung)
Sumber : http://medanbisnisdaily.com