Tumpang Sari Tomat dan Cabai Merah Untungkan Petani

10 tahun yang lalu
Bagikan:
Tumpang Sari Tomat dan Cabai Merah Untungkan Petani

Tomat servo F1 adalah bibit tomat varian baru yang mulai dikembangkan petani dataran rendah. Selain memiliki kualitas buah yang lebih besar, tomat Servo F1 lebih tahan terhadap serangan hama. T Sitepu, seorang petani saat ditemui MedanBisnis di areal pertanian Dusun II Desa Sidodadi Kecamatan Sunggal, Rabu (22/10), mengatakan, tumpangsari tomat Servo F1 dataran rendah dengan cabai merah varietas lado ternyata sangat menguntungkan.

Di atas lahan sekitar 5.000 meter persegi, ayah enam anak ini menanam 5.500 batang pohon cabai dan 7.000 batang pohon tomat. Dalam minggu ini tomat dan cabai sudah bisa dipanen secara bersamaan, ujar pria berdarah Karo tersebut.
Menurutnya, dirinya hampir tak yakin tomat mampu tumbuh di kawasan dataran rendah. Bahkan, semula mustahil bagi Sitepu tomat mampu bersanding dengan tanaman cabai mareh. Karena selama ini yang diketahuinya petani selalu hanya menanam cabai merah tanpa ada tanaman lainnya, begitu pula terhadap tomat.
Setelah mendapat penyuluhan dan petunjuk teknis dari sebuah perusahaan penyaluran bibit hortikultura, akhirnya tumpangsari tomat dan cabai merah dilakukan pada Agustus 2014 yang didahului dengan penyemaian bibit di dalam polibag.

Mengingat masa tanam tomat 60 hingga 65 hari baru bisa dipanen dan cabai merah mencapai tiga bulan, maka penanaman cabai lebih dahulu dilakukan agar panen dapat bersamaan, kata Sitepu.

Petani yang baru pertama kali menanam tomat di dataran rendah ini memprediksi bakal untung besar saat panen nanti. Dari modal yang dikeluarkan sebesar Rp 20 juta untuk mengolah lahan, membeli mulsa serta obat-obatan tanaman, dari buah tomat saja diprediksi sedikitnya 20 ton, karena dalam satu pohon bisa menghasilkan buah 3 kg.

Sudah ada agen sayur yang datang ke ladang untuk memborong tomat yang sedang memasuki masa panen ini dengan harga Rp 80 juta, namun saya tolak mengingat harga tomat saat ini masih bertahan tinggi di pasar mencapai Rp 9.000 per kg, ujarnya.

Sedangkan dari pohon cabai merah yang akan dipanen, menurut Sitepu, minimal dalam satu pohon terdapat 2 ons dan bila dikalkulasikan 5.500 batang pohon sudah mencapai 1,1 ton. Keuntungan bercocok tanam tumpangsari tomat dan cabai merah ini tentu menggiurkan, ujar Sitepu.

Produk Promotor Intro PT Panah Merah wilayah Deliserdang, Binjai dan Langkat, Chairul Anwar, yang merupakan pendamping dan penyuluh penanaman tumpangsari tomat dan camai merah, mengatakan, tomat servo F1 dataran rendah sengaja diciptakan tahan hama dan mampu menekan virus.

Karena tomat servo F1 dataran rendah sudah mengandung anti virus, petani tidak lagi direpotkan untuk membeli obat-obat secara khusus terhadap tanaman cabai merah yang rentan terhadap penyakit daun keriting dan daun kuning. Sudah dapat dinetralisir tanaman tomat yang mengandung anti virus, sehingga petani cukup melakukan penyemprotan fungisida dan insektidida sekali jalan saja

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com